Kebakaran di Glodok Plaza: 8 Jam Belum Padam

marqaannews.net – Kebakaran besar telah melanda Glodok Plaza, sebuah pusat perbelanjaan terkenal di Jakarta Barat, pada Kamis (15 Januari 2025). Kebakaran yang telah berlangsung selama 8 jam ini belum juga dapat dipadamkan, menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat dan pemerintah setempat.

Kebakaran di Glodok Plaza ini dilaporkan telah menghanguskan setidaknya tiga ruko di pusat perbelanjaan tersebut. Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, kerugian materiil diperkirakan sangat besar. Petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk menangani kebakaran ini, namun api masih belum dapat dipadamkan sepenuhnya.

Penyebab pasti dari kebakaran ini belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa saksi mata menyebutkan bahwa api pertama kali terlihat di lantai atas gedung dan dengan cepat menyebar ke bagian lain gedung. Tim investigasi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti dari kebakaran ini.

Pemerintah setempat telah mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk membantu proses pemadaman dan evakuasi. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah mengunjungi lokasi kebakaran dan memberikan pernyataan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan kepada para korban yang terdampak oleh kebakaran ini. Selain itu, masyarakat juga turut membantu dengan memberikan dukungan moral dan bantuan logistik kepada para korban.

Baca juga : Jokes Bapak-bapak di Mahkamah Konstitusi Saat Sengketa Pilkada

Kebakaran ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi di kawasan Glodok. Glodok Plaza merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta yang menjual berbagai macam barang elektronik dan peralatan rumah tangga. Dengan terjadinya kebakaran ini, banyak pedagang dan karyawan yang kehilangan sumber penghasilan mereka.

Setelah kebakaran berhasil dipadamkan, tim investigasi akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti dari kebakaran ini. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan bantuan kepada para korban yang terdampak, termasuk bantuan relokasi dan bantuan finansial untuk memulihkan usaha mereka. Pihak manajemen Glodok Plaza juga berencana untuk melakukan renovasi dan pemulihan gedung agar dapat beroperasi kembali secepat mungkin.

Kebakaran di Glodok Plaza yang telah berlangsung selama 8 jam ini menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi bencana. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materiil yang ditimbulkan sangat besar dan berdampak pada banyak pihak. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, diharapkan para korban dapat segera pulih dan Glodok Plaza dapat beroperasi kembali dalam waktu dekat.

Peningkatan Korban Meninggal dalam Insiden Kebakaran Gas LPG di Denpasar Menjadi 16 Orang

marqaannews.net – Jumlah korban meninggal akibat insiden kebakaran gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Denpasar, Bali, telah meningkat menjadi 16 orang, naik dari 13 korban sebelumnya. Peristiwa memilukan ini terjadi di Jalan Cargo II, Kelurahan Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara.

Dalam peristiwa terbaru, korban yang beridentitas Dicky Panca Ramdhani (19) meninggal pada Senin, 17 Juni pukul 07.15 WITA dengan 63 persen luka bakar; Mohamad Sofyan (27) meninggal pada hari yang sama pukul 19.58 WITA dengan 84 persen luka bakar; serta Didik Suryanto (49), yang meninggal pada hari Selasa, 18 Juni pukul 04.27 WITA, juga dengan 84 persen luka bakar.

I Ketut Dewa Krisna, Kepala Sub Bagian Humas RSUP Prof. Ngoerah Denpasar, menyatakan bahwa saat ini terdapat dua korban yang masih menjalani perawatan intensif, yaitu Ahmad Tamyis Mujaki (25) dengan luka bakar 72 persen dan Suherminadi (47) dengan luka bakar 30 persen.

Dr. Affan Priyambodo, Direktur Medik dan Keperawatan di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar, menyampaikan bahwa rumah sakit tersebut telah menangani total 17 korban luka bakar dari kebakaran ini. Empat korban datang langsung ke rumah sakit, delapan dirujuk dari RSUD Mangusada, Kabupaten Badung, tiga dari Rumah Sakit Surya Husada, Ubung, Denpasar, dan dua korban dari Rumah Sakit BaliMed, Denpasar.

“Kami berkomitmen untuk memberikan perawatan terbaik guna mempercepat penyembuhan korban yang masih dalam kondisi kritis, dalam harapan mereka dapat segera pulih,” ujar Dr. Affan.

Lokasi kebakaran, sebuah gudang, diduga sebagai tempat pengoplosan tabung gas LPG dengan ukuran 3 kg, 12 kg, dan 50 kg. Kepolisian Daerah Bali masih melanjutkan investigasi untuk mengkonfirmasi aktivitas ilegal tersebut, sambil mencatat bahwa lokasi tersebut telah pernah digerebek sebelumnya dan tidak memiliki izin operasional dari Pertamina.