Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Sukabumi, Buku dan Pistol Disita

marqaannews.net – Pada tanggal 29 Desember 2024, tim Densus 88 Antiteror Polri menggeledah rumah terduga teroris di Sukabumi, Jawa Barat. Dalam penggeledahan tersebut, tim Densus 88 berhasil menyita sejumlah barang bukti, termasuk buku-buku dan senjata api (pistol). Penggeledahan ini merupakan bagian dari upaya intensif Densus 88 dalam memberantas terorisme di Indonesia.

Penggeledahan rumah terduga teroris di Sukabumi dilakukan setelah adanya informasi dan bukti yang cukup mengenai aktivitas mencurigakan yang dilakukan oleh terduga. Densus 88, yang dikenal sebagai unit elit Polri yang khusus menangani terorisme, segera melakukan tindakan cepat untuk mencegah potensi ancaman terorisme di wilayah tersebut.

Penggeledahan dilakukan dengan sangat hati-hati dan profesional oleh tim Densus 88. Mereka tiba di lokasi pada pagi hari dan langsung melakukan pengamanan di sekitar rumah terduga teroris. Proses penggeledahan berlangsung selama beberapa jam, di mana tim Densus 88 memeriksa setiap sudut rumah dengan teliti.

Dalam penggeledahan tersebut, tim Densus 88 berhasil menyita sejumlah barang bukti yang dianggap penting untuk penyelidikan lebih lanjut. Barang-barang bukti tersebut meliputi:

  1. Buku-buku: Beberapa buku yang ditemukan di rumah terduga teroris berisi materi yang diduga terkait dengan ideologi radikal dan terorisme. Buku-buku ini akan menjadi bukti penting dalam penyelidikan untuk memahami jaringan dan motivasi terduga teroris.
  2. Pistol: Sebuah senjata api jenis pistol juga berhasil disita oleh tim Densus 88. Senjata ini diduga digunakan untuk latihan dan persiapan aksi teror. Penyitaan senjata api ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang dihadapi oleh tim Densus 88.

Penggeledahan rumah terduga teroris di Sukabumi ini menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat dan pihak berwenang. Banyak yang mengapresiasi tindakan cepat dan profesional dari tim Densus 88 dalam mencegah potensi ancaman terorisme. Namun, ada juga yang merasa khawatir dengan adanya terduga teroris di lingkungan mereka.

Banyak masyarakat yang mendukung tindakan Densus 88 dalam memberantas terorisme. Mereka mengapresiasi upaya keras yang dilakukan oleh tim Densus 88 untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah mereka. “Saya sangat mendukung tindakan Densus 88. Mereka telah bekerja keras untuk melindungi kami dari ancaman terorisme,” ujar seorang warga Sukabumi.

Sebaliknya, ada juga yang merasa khawatir dengan adanya terduga teroris di lingkungan mereka. Mereka berharap pemerintah dan pihak berwenang dapat memberikan perlindungan yang lebih baik dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya terorisme. “Saya merasa khawatir mengetahui ada terduga teroris di lingkungan kami. Pemerintah harus lebih aktif dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada masyarakat,” ujar seorang ibu rumah tangga.

Setelah penggeledahan, tim Densus 88 akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap barang bukti yang telah disita. Mereka juga akan terus memantau dan mengembangkan jaringan terduga teroris untuk mencegah potensi aksi teror di masa depan. Selain itu, Densus 88 juga akan bekerja sama dengan pihak berwenang lainnya untuk memberikan perlindungan dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya terorisme.

Penggeledahan rumah terduga teroris di Sukabumi oleh tim Densus 88 menunjukkan betapa seriusnya ancaman terorisme di Indonesia. Dengan menyita buku-buku dan senjata api, Densus 88 berhasil mencegah potensi aksi teror dan mengumpulkan bukti penting untuk penyelidikan lebih lanjut. Dukungan dari masyarakat dan tindakan cepat dari pihak berwenang sangat penting dalam memberantas terorisme dan menjaga keamanan serta ketertiban di Indonesia.

Densus 88 Mengumpulkan 50 Kotak Amal Untuk Membayar Kegiatan Teroris

Marqaannews.net – Tersangka teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri atau Detasemen Khusus di Boyolali, Jawa Tengah, telah mengumpulkan 50 kotak Amal untuk membayar kegiatan teroris.

Tersangka S dan empat anggota yang ditangkap menandai kotak hadiah dengan tulisan “Kotak Hadiah Sahabat Langit dan Sahabat Umat”. Kotak sumbangan ditempatkan di tempat masyarakat mengumpulkan atau menerima uang.

Awalnya, Densus 88 menangkap dua terduga teroris berinisial S dan T di Boyolali, Jawa Tengah pada 1 dan 2 Agustus 2023. Keduanya diduga masih terkait dengan aksi bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astanaanyar, Polrestabes Bandung, Jawa Barat tahun lalu.

Juru bicara Densus 88 Kombes Aswin Siregar membenarkan bahwa S sedang mengumpulkan kotak sumbangan untuk dana teroris. “Betul,” kata Aswin Siregar saat dikonfirmasi Marqaannews, Sabtu, 5 Agustus 2023.

Aswin mengatakan, S juga merupakan Emir atau Presiden Jamaah Ansharut Daulat di Solo Raya. Agus Sujatno, anggota polisi Astanayar yang tewas akibat ledakan, juga anggota Ansharut Daulat Jamaah. Pemerintah menyatakan organisasi ini sebagai organisasi terlarang pada tahun 2018. Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, S dan T diduga ikut dalam persiapan aksi bunuh diri yang diduga menggunakan Agus Sujatno alias Abu Muslim. TKP. .

Keduanya diduga terkait dengan pembantaian TKP di Polsek Astanaanyar Polrestabes Bandung, Jawa Barat, kata Ramadhan. Ramadhan menjelaskan S dan T diduga berperan dalam merencanakan aksi bunuh diri tersangka Agus Sujatno alias Abu Muslim (AM) di TKP.

Usai pengembangan, total lima tersangka ditangkap berdasarkan hasil pengembangan tersebut, antara lain S dan T. Kelima orang tersebut terkait dengan penembakan polisi Astanayar.

S ditangkap pada 1 Agustus 2023 pukul 16.00 WIB. Densus 88 menyerang rumah S di Desa Kayu, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah.

“Barang bukti yang didapat terkait dengan bom Bund di Astanaanyar,” kata Ramadhan dalam jumpa pers, Jumat, 4 Agustus 2023. Densus 88 menangkap T pada 2 Agustus 2023 pukul 20.30 WIB di Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo. Tersangka ketiga berinisial PS ditangkap pada 3 Agustus pukul 06.40 WIB di Desa Kedung Lengkong, Boyolali. Tersangka keempat AG alias AS ditangkap pada 3 Agustus pukul 14.20 WIB di Desa Keden, Gentan, Sukoharjo

Lima perempuan berinisial R alias UD alias UA ditangkap Densus 88 pada 27 Juli 2023 pukul 08.00 WIB di kota Laban, Sukoharjo.

“Spek S atau SU adalah pimpinan kelompok atau Emir kelompok kecil di wilayah Solo yang ingin melakukan amaliyah,” kata Aswin. S adalah anggota lama kelompok teroris JAD, terutama pada tahun 2008-2014. Kemudian mereka menjadi pendukung atau pendukung Daulah Islam sejak tahun 2014 hingga saat ini. Aswin mengatakan tugas S adalah mempekerjakan orang dan menjadi pemikir. Menurut keterangan S di Astanaanyar, dengan aksi bom bunuh diri AM sebenarnya merencanakan penyerangan-teroris di dua tempat. AM lebih suka lokasi di Bandung sedangkan S lebih suka lokasi di Solo, Surakarta atau sekitarnya.

“Hal ini bisa kita cegah karena ada paket yang sudah dia siapkan untuk dibawa ke istrinya kapan saja dia siap… jadi calon pengantin bisa membuat bundir atau bom amaliyah dalam prosesnya,” kata Aswin. Aswin mengatakan, S telah mempelajari bom tersebut sejak lama. Ia mengatakan bahwa S adalah murid Dr. Azhari. Dalam kasus bom Astananyayar, S bahkan membawa sendiri paket untuk diledakkan.

“S dan perbuatannya dibantu oleh tersangka T, AG dan PS. Inilah orang-orang yang membantu menyiapkan bom itu,” kata Aswin.

Penggerebekan polisi Astanayanar itu terjadi pada Rabu pagi, 7 Desember 2022, pukul 08.15 WIB. Agus Sujatno datang dengan sepeda motor warna biru. Dia melakukan perjalanan melalui area Polsek karena banyak polisi yang melakukan apel pagi. Seorang petugas polisi yang sedang bertugas menghentikan Agus, tapi malah menikamnya. Dia langsung dipanggil dan meledakkan dirinya. Selain menewaskan Agus, peristiwa itu juga menewaskan seorang anggota polisi bernama Aiptu Agus Sopyan. Sebanyak 10 orang lainnya luka berat. Ada juga warga sipil bernama Nurjanah yang terluka karena melintas di depan Polsek Astanayar.

Polisi menyebut Agus Sujatno sebagai napi teroris yang terlibat dalam aksi pengeboman di Cicendo, Bandung pada 27 Februari 2017. Dia menghabiskan waktu di Lapas Nusa Kambangan sebelum dibebaskan pada 2021.