https://marqaannews.net/

Marqaannews.net – Tersangka teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri atau Detasemen Khusus di Boyolali, Jawa Tengah, telah mengumpulkan 50 kotak Amal untuk membayar kegiatan teroris.

Tersangka S dan empat anggota yang ditangkap menandai kotak hadiah dengan tulisan “Kotak Hadiah Sahabat Langit dan Sahabat Umat”. Kotak sumbangan ditempatkan di tempat masyarakat mengumpulkan atau menerima uang.

Awalnya, Densus 88 menangkap dua terduga teroris berinisial S dan T di Boyolali, Jawa Tengah pada 1 dan 2 Agustus 2023. Keduanya diduga masih terkait dengan aksi bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astanaanyar, Polrestabes Bandung, Jawa Barat tahun lalu.

Juru bicara Densus 88 Kombes Aswin Siregar membenarkan bahwa S sedang mengumpulkan kotak sumbangan untuk dana teroris. “Betul,” kata Aswin Siregar saat dikonfirmasi Marqaannews, Sabtu, 5 Agustus 2023.

Aswin mengatakan, S juga merupakan Emir atau Presiden Jamaah Ansharut Daulat di Solo Raya. Agus Sujatno, anggota polisi Astanayar yang tewas akibat ledakan, juga anggota Ansharut Daulat Jamaah. Pemerintah menyatakan organisasi ini sebagai organisasi terlarang pada tahun 2018. Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, S dan T diduga ikut dalam persiapan aksi bunuh diri yang diduga menggunakan Agus Sujatno alias Abu Muslim. TKP. .

Keduanya diduga terkait dengan pembantaian TKP di Polsek Astanaanyar Polrestabes Bandung, Jawa Barat, kata Ramadhan. Ramadhan menjelaskan S dan T diduga berperan dalam merencanakan aksi bunuh diri tersangka Agus Sujatno alias Abu Muslim (AM) di TKP.

Usai pengembangan, total lima tersangka ditangkap berdasarkan hasil pengembangan tersebut, antara lain S dan T. Kelima orang tersebut terkait dengan penembakan polisi Astanayar.

S ditangkap pada 1 Agustus 2023 pukul 16.00 WIB. Densus 88 menyerang rumah S di Desa Kayu, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah.

“Barang bukti yang didapat terkait dengan bom Bund di Astanaanyar,” kata Ramadhan dalam jumpa pers, Jumat, 4 Agustus 2023. Densus 88 menangkap T pada 2 Agustus 2023 pukul 20.30 WIB di Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo. Tersangka ketiga berinisial PS ditangkap pada 3 Agustus pukul 06.40 WIB di Desa Kedung Lengkong, Boyolali. Tersangka keempat AG alias AS ditangkap pada 3 Agustus pukul 14.20 WIB di Desa Keden, Gentan, Sukoharjo

Lima perempuan berinisial R alias UD alias UA ditangkap Densus 88 pada 27 Juli 2023 pukul 08.00 WIB di kota Laban, Sukoharjo.

“Spek S atau SU adalah pimpinan kelompok atau Emir kelompok kecil di wilayah Solo yang ingin melakukan amaliyah,” kata Aswin. S adalah anggota lama kelompok teroris JAD, terutama pada tahun 2008-2014. Kemudian mereka menjadi pendukung atau pendukung Daulah Islam sejak tahun 2014 hingga saat ini. Aswin mengatakan tugas S adalah mempekerjakan orang dan menjadi pemikir. Menurut keterangan S di Astanaanyar, dengan aksi bom bunuh diri AM sebenarnya merencanakan penyerangan-teroris di dua tempat. AM lebih suka lokasi di Bandung sedangkan S lebih suka lokasi di Solo, Surakarta atau sekitarnya.

“Hal ini bisa kita cegah karena ada paket yang sudah dia siapkan untuk dibawa ke istrinya kapan saja dia siap… jadi calon pengantin bisa membuat bundir atau bom amaliyah dalam prosesnya,” kata Aswin. Aswin mengatakan, S telah mempelajari bom tersebut sejak lama. Ia mengatakan bahwa S adalah murid Dr. Azhari. Dalam kasus bom Astananyayar, S bahkan membawa sendiri paket untuk diledakkan.

“S dan perbuatannya dibantu oleh tersangka T, AG dan PS. Inilah orang-orang yang membantu menyiapkan bom itu,” kata Aswin.

Penggerebekan polisi Astanayanar itu terjadi pada Rabu pagi, 7 Desember 2022, pukul 08.15 WIB. Agus Sujatno datang dengan sepeda motor warna biru. Dia melakukan perjalanan melalui area Polsek karena banyak polisi yang melakukan apel pagi. Seorang petugas polisi yang sedang bertugas menghentikan Agus, tapi malah menikamnya. Dia langsung dipanggil dan meledakkan dirinya. Selain menewaskan Agus, peristiwa itu juga menewaskan seorang anggota polisi bernama Aiptu Agus Sopyan. Sebanyak 10 orang lainnya luka berat. Ada juga warga sipil bernama Nurjanah yang terluka karena melintas di depan Polsek Astanayar.

Polisi menyebut Agus Sujatno sebagai napi teroris yang terlibat dalam aksi pengeboman di Cicendo, Bandung pada 27 Februari 2017. Dia menghabiskan waktu di Lapas Nusa Kambangan sebelum dibebaskan pada 2021.