https://marqaannews.net/

Marqaannews.net – Ketua DPR RI Puan Maharani Merasi sedih dengan terjadinya bencana kelaparan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, setelah kekeringan melanda wilayah tersebut. Ia menekankan pentingnya pemerintah mengembangkan solusi jangka panjang untuk mengatasi peristiwa yang terjadi hampir setiap tahun ini.

“Sangat miris” karena meski perkembangan zaman di kota-kota besar begitu pesat, masih ada saudara kita di Papua yang kelaparan. Kelaparan ini milik kita semua.

” kata Puan Maharani, Kamis (8/3/2023). “Kita tidak boleh melupakan saudara-saudara kita di Papua, kerjasama semua pihak sangat diperlukan untuk membantu saudara-saudara kita”, lanjutnya.

Puan meminta pemerintah mengambil langkah-langkah terpadu untuk mengatasi kelaparan yang sering terjadi di wilayah tersebut. Apalagi, ini bukan kelaparan pertama di Papua.

“Penyelesaian masalah kelaparan di daerah pegunungan Papua harus dilakukan secara komprehensif. Tidak cukup hanya memberikan bantuan, tetapi juga mengantisipasi agar bencana kelaparan dapat dihindari di kemudian hari. Solusinya harus dihadirkan secara terintegrasi,” ujar Puan. Puan mengingatkan adanya kesulitan dalam pengiriman bantuan, namun meminta agar semua bantuan diterima oleh masyarakat terdampak.

“Tapi masalahnya sekarang kondisi medan dan keamanan di sana membuat penyaluran bantuan sulit. Jadi harus ada intervensi khusus agar masyarakat segera mendapatkan pertolongan,” ujarnya.

Penyelesaian kelaparan secara terpadu di Papua juga diperlukan, kata Puan, mengingat medan geografis yang sulit membuat bantuan sulit datang. Akses termudah dan tercepat adalah dengan pesawat.

“Sebenarnya syaratnya cukup rumit. Karena ada masalah kesehatan yang perlu segera diatasi. Ditambah lagi masalah keamanan yang semua ini pada akhirnya akan berdampak pada masalah sosial,” kata Puan.

TNI Polri Memastikan Keamanan Selama distribusi Bantuan di Papua

Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) ini juga mendukung upaya pengamanan TNI/Polri dalam menyalurkan bantuan kepada warga Papua Tengah karena BNPB melaporkan adanya gangguan keamanan yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) saat tim hendak mengevakuasi warga. situs untuk membantu. Puan mengatakan, dukungan TNI/Polri bisa membantu pengerahan logistik yang tertahan.

“Sebagai satpam andalan di Papua, TNI/Polri harus memastikan keamanan saat bantuan tiba di Papua, memastikan bantuan untuk warga segera tiba dan mengantisipasi masalah selama proses distribusi, serta memastikan masyarakat aman saat menerimanya. .

” pendampingan,” jelasnya. Enam warga Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, tewas di musim kemarau panjang tahun ini.

5 korban tewas adalah orang dewasa dan satu orang lagi adalah bayi berusia 6 bulan. Belum bisa dipastikan apakah 6 warga tersebut meninggal karena kelaparan karena adanya indikasi diare dan cuaca yang sangat dingin sebagai penyebab kematian mereka. Kekeringan di Kabupaten Puncak diketahui juga mengakibatkan warga memiliki akses air bersih. Pemerintah saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian 6 warga tersebut.

“Ini adalah tugas yang sangat besar. Pemerintah dengan dukungan seluruh elemen bangsa harus berhasil mengatasi masalah kelaparan di Papua. Tentu DPR akan memberikan dukungan melalui fungsi dan kewenangan kami,” ujar Puan.