MARQAANNEWS – Coriander, atau yang lebih dikenal dengan ketumbar di Indonesia, adalah tanaman tahunan yang banyak digunakan dalam berbagai masakan di seluruh dunia. Nama ilmiah dari coriander adalah Coriandrum sativum, dan tanaman ini merupakan anggota dari keluarga Apiaceae, yang juga mencakup wortel dan seledri. Artikel ini akan mendalami berbagai aspek tanaman coriander, mulai dari sifat botaninya, manfaat kesehatan, hingga penggunaannya dalam kuliner.

Sifat Botani dan Kondisi Tumbuh

Coriander adalah tanaman yang tumbuh cepat dan dapat mencapai ketinggian 50 cm. Tanaman ini memiliki daun yang halus dan bunga kecil berwarna putih atau merah muda yang berkumpul dalam bentuk payung. Coriander menyukai cuaca yang sejuk untuk memulai pertumbuhannya, tetapi tumbuh baik di bawah sinar matahari penuh atau naungan parsial. Tanah yang subur dan drainase yang baik adalah kunci dari pertumbuhan coriander yang sehat.

Manfaat Kesehatan

Coriander tidak hanya terkenal karena aroma dan rasanya yang khas, tetapi juga karena kandungan nutrisinya yang bermanfaat untuk kesehatan. Tanaman ini kaya akan vitamin C, vitamin K, dan protein. Selain itu, coriander mengandung minyak esensial yang diketahui memiliki sifat anti-inflamasi, antibakteri, dan antijamur. Biji dan daun coriander telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu pencernaan, menurunkan kadar gula darah, dan bahkan sebagai obat untuk insomnia dan kecemasan.

Penggunaan Kuliner

Dalam dunia kuliner, coriander digunakan baik dalam bentuk daun segar maupun biji yang telah dikeringkan. Daun coriander segar sering kali ditambahkan sebagai garnish atau bumbu dalam salad, sup, dan sajian kari. Biji coriander yang telah dikeringkan dan dihaluskan digunakan sebagai rempah dalam campuran bumbu seperti garam masala di India, ras el hanout di Maroko, dan dalam adobo di Amerika Latin. Aroma dan rasa dari coriander sering dijelaskan sebagai campuran antara sitrus dan pedas, yang menambah kekayaan rasa pada masakan.

Budidaya dan Panen

Coriander relatif mudah ditanam dari bijinya secara langsung di kebun atau dalam pot. Penanaman terbaik dilakukan pada awal musim semi atau musim gugur. Untuk memiliki pasokan daun coriander yang kontinu, dapat dilakukan penanaman bertahap setiap beberapa minggu. Tanaman ini siap dipanen ketika daunnya lebat dan hijau. Pemanenan biji coriander dilakukan ketika tanaman mulai menguning dan bijinya berubah warna menjadi cokelat.

Kesimpulan

Coriander adalah tanaman yang menawarkan lebih dari sekadar keindahan hijaunya. Dengan manfaat kesehatan yang luas dan penggunaan yang hampir universal dalam resep-resep dari seluruh dunia, coriander telah menjadi bintang di banyak dapur. Budidaya yang mudah menambah daya tarik bagi mereka yang ingin menanam tanaman ini di rumah. Coriander tidak hanya menyehatkan, tetapi juga membawa keharuman dan kekayaan rasa pada setiap masakan yang dihadirkannya.