Surplus Neraca Perdagangan RI 2025 Lanjutkan Tren Positif

Surplus Neraca Perdagangan RI

marqaannews.net – Badan Pusat Statistik (BPS) kembali merilis data ekonomi terbaru yang menggembirakan. Surplus neraca perdagangan Indonesia tercatat kembali berlanjut pada awal tahun 2025 ini. Tren positif ini menandakan ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak pasar global yang belum menentu.

Kepala BPS menjelaskan bahwa capaian ini memperpanjang rekor surplus selama lebih dari 50 bulan berturut-turut. Kinerja ekspor yang tetap tangguh menjadi faktor utama penopang surplus tersebut. Meskipun harga komoditas global berfluktuasi, volume permintaan terhadap produk Indonesia tetap tinggi.

Hilirisasi Nikel Masih Menjadi Primadona

Kebijakan hilirisasi mineral yang dijalankan pemerintah terbukti efektif menjaga surplus neraca perdagangan saat ini. Ekspor produk turunan nikel, seperti feronikel dan nickel pig iron, memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap devisa negara.

Nilai tambah dari produk olahan ini jauh lebih tinggi dibandingkan jika hanya mengekspor bijih nikel mentah. Permintaan dari industri baterai kendaraan listrik global terus mengalir deras ke Indonesia.

Selain itu, komoditas unggulan lain seperti minyak kelapa sawit (CPO) dan batu bara juga masih menyumbang angka signifikan. Meskipun harga CPO sempat terkoreksi, volume pengiriman ke India dan Tiongkok tetap stabil.

Sektor Manufaktur Mulai Unjuk Gigi

Di sisi lain, sektor manufaktur non-migas mulai menunjukkan perannya dalam memperlebar surplus neraca perdagangan kita. Ekspor produk besi baja, alas kaki, dan tekstil mengalami peningkatan volume yang cukup berarti.

Hal ini menunjukkan bahwa struktur ekspor Indonesia mulai bergeser. Kita tidak lagi hanya bergantung pada komoditas mentah, tetapi juga pada barang industri bernilai tambah. Diversifikasi produk ini sangat penting untuk menjaga stabilitas neraca dagang jangka panjang.

Menteri Perdagangan mengapresiasi kerja keras para pelaku usaha yang berhasil menembus pasar nontradisional. Ekspor ke negara-negara di kawasan Afrika dan Amerika Latin mulai menunjukkan grafik peningkatan.

Link Website : Olympus 1000

Dampak Positif Terhadap Nilai Tukar Rupiah

Berlanjutnya surplus neraca perdagangan ini memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan domestik. Pasokan dolar dari hasil ekspor membuat cadangan devisa negara semakin gemuk dan kuat.

Kondisi tersebut secara langsung membantu menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Mata uang Garuda menjadi lebih tahan banting menghadapi tekanan penguatan Dolar AS. Bank Indonesia pun memiliki ruang yang lebih leluasa untuk menjaga stabilitas moneter.

“Fundamental ekonomi kita kuat karena didukung oleh kinerja ekspor yang solid. Ini menjadi bantalan bagi Rupiah,” ujar seorang analis pasar uang dalam wawancara pagi tadi.

Tantangan Perlambatan Ekonomi Global

Meskipun saat ini kita menikmati surplus neraca perdagangan, kewaspadaan tetap di perlukan. Ancaman resesi di beberapa negara maju bisa menurunkan permintaan global secara tiba-tiba.

Negara mitra dagang utama seperti Tiongkok dan Amerika Serikat sedang mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Jika permintaan dari negara-negara tersebut turun, kinerja ekspor Indonesia tentu akan terdampak.

Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong pembukaan akses pasar baru. Perjanjian dagang dengan negara-negara mitra terus di perbarui agar tarif bea masuk produk Indonesia bisa lebih kompetitif.

Selain itu, penguatan pasar domestik juga menjadi strategi kunci. Jika pasar ekspor melemah, konsumsi dalam negeri di harapkan mampu menjadi penopang agar roda ekonomi tetap berputar kencang.