1. Latar Belakang Banjir Aceh
Bencana banjir dan longsor terjadi di Provinsi Aceh pada akhir November hingga awal Desember 2025 akibat curah hujan ekstrem pg soft dan dampak siklon tropis. Banjir ini menimbulkan kerusakan infrastruktur dan dampak sosial yang luas di wilayah Aceh, serta beberapa daerah Sumatra lainnya.
2. Data Korban Banjir di Aceh
Korban Jiwa
Berdasarkan laporan pemerintah, korban meninggal dunia di Aceh mencapai ratusan orang. Aceh menjadi salah satu provinsi dengan jumlah korban terbesar di wilayah Sumatra yang terdampak bencana ini.
Pengungsi
Lebih dari 800 ribu jiwa masyarakat Aceh terpaksa mengungsi akibat rumah terendam banjir atau longsor. Sejumlah pengungsi mulai kembali ke rumahnya setelah kondisi membaik.
Dampak Lainnya
-
Ribuan rumah rusak dan akses transportasi terganggu akibat longsor serta banjir bandang.
-
Beberapa daerah mengalami keterisoliran, sehingga distribusi bantuan dan evakuasi menjadi tantangan besar.
3. Upaya Pemerintah dalam Penanganan Banjir
Penanganan Darurat
Pemerintah provinsi dan lembaga nasional melakukan:
-
Evakuasi korban dan pencarian evakuasi.
-
Distribusi logistik dan bantuan ke area terpencil.
-
Pembentukan posko dan komando tanggap darurat di wilayah terdampak.
Bantuan Pemerintah Pusat
-
Kementerian Sosial menyalurkan bantuan berupa makanan, tenda, selimut, dan kebutuhan dasar masyarakat.
-
Kementerian Perumahan dan Permukiman mempercepat rehabilitasi rumah rusak agar masyarakat dapat kembali tinggal aman.
Dukungan Internasional
Pemerintah Aceh juga bekerja sama dengan organisasi internasional untuk mempercepat pemulihan pasca-bencana.
4. Tantangan dalam Penanganan Banjir
-
Akses sulit ke wilayah terisolasi menghambat distribusi bantuan.
-
Kelangkaan pasokan bahan bakar dan air bersih di beberapa daerah terdampak.
-
Koordinasi logistik membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga bantuan.
5. Kesimpulan
Banjir Aceh 2025 merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang paling kompleks di provinsi ini. Korban meninggal ratusan orang dan ratusan ribu jiwa mengungsi. Pemerintah pusat dan daerah telah meluncurkan upaya penanganan darurat, bantuan logistik, serta rencana rehabilitasi jangka panjang, termasuk koordinasi dengan pihak internasional untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.
